PERAN CARBON ACCOUNTING DALAM MENDUKUNG TARGET NET ZERO EMISSION PERUSAHAAN
PERAN CARBON ACCOUNTING DALAM MENDUKUNG TARGET NET ZERO EMISSION PERUSAHAAN
Perubahan iklim mendorong perusahaan untuk semakin memperhatikan dampak lingkungan dari kegiatan operasionalnya. Selain mengelola penggunaan energi dan sumber daya, perusahaan perlu mengetahui seberapa besar emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari berbagai aktivitas bisnis. Informasi tersebut dapat menjadi dasar dalam menyusun strategi pengurangan emisi secara terukur.
Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah carbon accounting perusahaan. Proses ini membantu perusahaan mengidentifikasi, mengukur, mencatat, dan menganalisis emisi karbon yang berkaitan dengan kegiatan operasional. Data tersebut kemudian dapat digunakan untuk menentukan prioritas pengurangan emisi dan mendukung penyusunan strategi menuju net zero emission. Berikut penjelasannya.
Memahami Konsep Carbon Accounting
Ilustrasi. Sumber: Pexels.com/女子 正真
Carbon accounting merupakan proses pencatatan dan penghitungan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan perusahaan. Penghitungan dapat mencakup emisi yang berasal dari penggunaan bahan bakar, konsumsi listrik, aktivitas produksi, transportasi, hingga aktivitas lain yang relevan dengan rantai nilai perusahaan.
Dalam praktiknya, perusahaan perlu mengidentifikasi sumber emisi terlebih dahulu. Setelah itu, data aktivitas dikumpulkan dan digunakan dalam proses penghitungan emisi berdasarkan metode atau standar yang sesuai.
Hasil penghitungan nantinya dapat memberikan gambaran mengenai sumber emisi terbesar dalam operasional perusahaan. Dengan informasi tersebut, perusahaan dapat menentukan area yang perlu mendapatkan perhatian lebih besar dalam program pengurangan emisi.
Carbon Accounting sebagai Dasar Strategi Dekarbonisasi
Dekarbonisasi merupakan upaya untuk mengurangi emisi karbon yang dihasilkan dari kegiatan ekonomi dan operasional. Tanpa data emisi yang memadai, perusahaan akan kesulitan menentukan langkah pengurangan yang paling tepat.
Oleh karena itu, pelaksanaan carbon accounting dapat menyediakan data untuk menyusun strategi dekarbonisasi. Misalnya, hasil perhitungan menunjukkan bahwa konsumsi listrik menjadi salah satu sumber emisi terbesar. Perusahaan kemudian dapat mengevaluasi penggunaan peralatan, sistem pendingin, pencahayaan, atau sumber energi yang digunakan.
Selain itu, langkah pengurangan emisi juga dapat dilakukan melalui peningkatan efisiensi energi, penggunaan energi terbarukan, optimalisasi proses produksi, atau perubahan metode operasional.
Mendukung Target Net Zero Emission
Target net zero emission mengacu pada kondisi ketika emisi gas rumah kaca yang dilepaskan ke atmosfer diseimbangkan dengan jumlah emisi yang dihilangkan atau diserap. Untuk mencapai target tersebut, perusahaan perlu mengetahui kondisi emisi saat ini sebelum menentukan target pengurangan.
Pelaksanaan carbon accounting dapat membantu perusahaan membangun baseline emisi. Baseline tersebut menjadi titik awal untuk mengukur perkembangan program pengurangan emisi dari waktu ke waktu.
Perusahaan juga dapat menetapkan target berdasarkan sumber emisi dan kemampuan pengurangannya. Evaluasi berkala kemudian dapat dilakukan untuk melihat apakah program yang diterapkan menghasilkan penurunan emisi sesuai target.
Hubungan Carbon Accounting dengan ESG
Aspek lingkungan menjadi salah satu bagian penting dalam penerapan ESG atau Environmental, Social, and Governance. Informasi mengenai emisi dan upaya pengurangannya dapat menjadi bagian dari transparansi perusahaan dalam mengelola dampak lingkungan.
Selain itu, data carbon accounting yang dikelola secara sistematis dapat membantu perusahaan menyusun pelaporan terkait kinerja lingkungan. Informasi tersebut juga dapat digunakan untuk menjelaskan kebijakan, target, serta perkembangan program pengurangan emisi.
Dengan demikian, carbon accounting tidak hanya berhubungan dengan aktivitas teknis penghitungan emisi, tetapi juga dapat mendukung pengelolaan dan komunikasi kinerja keberlanjutan perusahaan.
Mendorong Efisiensi Energi
Penghitungan emisi dapat membantu perusahaan menemukan aktivitas yang menggunakan energi dalam jumlah besar. Kondisi tersebut dapat menjadi dasar untuk mengevaluasi efisiensi energi. Efisiensi energi yang bisa diupayakan mulai dari audit energi, memperbaiki sistem operasional, mengganti peralatan yang tidak efisien hingga menggunakan teknologi yang membutuhkan energi lebih rendah. Selain mengurangi emisi, efisiensi energi juga dapat membantu mengendalikan biaya operasional.
Contohnya, penggunaan sistem pencahayaan yang lebih efisien atau pengaturan sistem pendingin yang lebih optimal dapat mengurangi konsumsi listrik. Jika diterapkan secara konsisten pada berbagai fasilitas, pengurangan konsumsi tersebut dapat memberikan dampak yang lebih besar.
Mengintegrasikan Sustainability dalam Operasional
Konsep sustainability atau keberlanjutan perlu diterapkan dalam proses bisnis, bukan hanya melalui program lingkungan yang berdiri sendiri. Carbon accounting juga dapat menjadi alat untuk mengintegrasikan aspek emisi ke dalam pengambilan keputusan perusahaan. Sebab, data emisi dapat dipertimbangkan ketika perusahaan memilih teknologi, merancang proses produksi, mengelola transportasi, maupun menentukan sumber energi. Pendekatan tersebut membantu perusahaan melihat hubungan antara aktivitas operasional, penggunaan sumber daya, dan dampak lingkungan secara lebih menyeluruh.
Mengevaluasi Kemajuan Program Pengurangan Emisi
Setelah strategi pengurangan emisi diterapkan, perusahaan perlu melakukan evaluasi secara berkala. Penghitungan emisi secara rutin memungkinkan perusahaan membandingkan kondisi aktual dengan baseline dan target yang telah ditetapkan.
Jika pengurangan emisi belum sesuai harapan, perusahaan dapat mengevaluasi kembali program yang berjalan. Misalnya, perusahaan dapat memeriksa apakah perubahan teknologi sudah menghasilkan efisiensi yang diharapkan atau apakah terdapat sumber emisi lain yang belum diperhitungkan.
Proses evaluasi tersebut membuat strategi dekarbonisasi menjadi lebih dinamis dan dapat disesuaikan dengan perkembangan bisnis.
Penutup
Carbon accounting perusahaan membantu organisasi memahami sumber dan jumlah emisi yang dihasilkan dari aktivitas bisnis. Data tersebut dapat menjadi dasar untuk menentukan prioritas pengurangan emisi, meningkatkan efisiensi energi, dan menyusun strategi dekarbonisasi.
Dalam konteks ESG dan sustainability, carbon accounting juga mendukung perusahaan dalam mengukur serta mengomunikasikan kinerja lingkungannya. Sementara itu, penghitungan emisi secara berkala dapat membantu perusahaan memantau perkembangan menuju target net zero emission.
Dengan mengintegrasikan pengelolaan karbon ke dalam strategi bisnis, perusahaan dapat mengambil keputusan berdasarkan data sekaligus membangun langkah yang lebih terarah menuju operasional yang rendah emisi dan berkelanjutan.
*Ditulis oleh Maharani Kusuma Artanti. Sebagai Content Writer yang berpengalaman sejak 2021, Maharani fokus pada penulisan konten yang informatif dan teroptimasi. Sejak 2025, ia mendedikasikan keahliannya untuk SEO dan visibilitas online, memastikan informasi pelatihan tersaji jelas dan aksesibel. Terhubung dengan Maharani via LinkedIn.
