CARA MENENTUKAN BATAS ORGANISASI DALAM INVENTARISASI EMISI PERUSAHAAN
CARA MENENTUKAN BATAS ORGANISASI DALAM INVENTARISASI EMISI PERUSAHAAN
Inventarisasi emisi merupakan proses penting bagi perusahaan yang ingin mengetahui jumlah emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari aktivitas bisnisnya. Sebelum menghitung emisi, perusahaan perlu menentukan batas organisasi atau organizational boundary. Batas tersebut menentukan entitas, fasilitas, dan kegiatan mana yang akan dimasukkan ke dalam inventarisasi emisi.
Penentuan batas organisasi perlu dilakukan secara konsisten karena akan memengaruhi kelengkapan dan akurasi data emisi. Perusahaan dengan struktur bisnis yang memiliki banyak anak perusahaan, cabang, fasilitas produksi, atau kerja sama operasional perlu menentukan terlebih dahulu aktivitas mana yang berada dalam cakupan inventarisasi. Dengan batas yang jelas, proses pengumpulan data, perhitungan emisi, pelaporan, dan evaluasi dapat dilakukan secara lebih terstruktur.
Memahami Struktur Organisasi Perusahaan
Langkah pertama adalah memahami struktur organisasi dan kepemilikan perusahaan. Dlam hal ini, perusahaan perlu mengidentifikasi kantor pusat, anak perusahaan, cabang, fasilitas produksi, gudang, proyek, serta unit operasional lain yang berkaitan dengan kegiatan bisnis.
Informasi tersebut dapat dituangkan dalam bentuk daftar atau diagram agar hubungan antarentitas lebih mudah dipahami. Pemetaan awal membantu perusahaan menentukan unit mana yang berpotensi menghasilkan emisi dan perlu dipertimbangkan dalam inventarisasi.
Menentukan Pendekatan Batas Organisasi
Secara umum, penentuan batas organisasi dapat menggunakan pendekatan kendali (control approach) atau pendekatan kepemilikan ekuitas (equity share approach), sesuai metodologi inventarisasi yang digunakan.
Pendekatan kendali berfokus pada operasi atau entitas yang berada di bawah kendali perusahaan. Sementara itu, pendekatan kepemilikan ekuitas mempertimbangkan proporsi kepemilikan perusahaan terhadap suatu entitas atau operasi.
Perusahaan perlu memilih pendekatan yang sesuai dan menerapkannya secara konsisten agar hasil inventarisasi dapat dibandingkan dari waktu ke waktu.
Mengidentifikasi Entitas yang Dikendalikan
Apabila menggunakan pendekatan kendali, perusahaan perlu mengidentifikasi entitas yang berada di bawah kendali operasional atau finansialnya, sesuai definisi dan standar yang digunakan.
Misalnya, sebuah perusahaan memiliki beberapa fasilitas produksi yang dikelola langsung. Fasilitas tersebut dapat menjadi bagian dari batas organisasi apabila memenuhi kriteria kendali yang ditetapkan. Proses ini perlu didukung dokumen kepemilikan, struktur manajemen, kontrak operasional, dan informasi lain yang relevan.
Memetakan Fasilitas dan Aktivitas Operasional
Setelah entitas ditentukan, perusahaan perlu memetakan fasilitas dan aktivitas yang berada di dalam batas organisasi. Fasilitas tersebut dapat mencakup kantor, pabrik, gudang, kendaraan operasional, pusat data, atau lokasi lainnya. Setiap fasilitas kemudian dapat dihubungkan dengan aktivitas yang menghasilkan emisi, seperti penggunaan listrik, pembakaran bahan bakar, transportasi, proses produksi, dan penggunaan refrigeran.
Menentukan Cakupan Berdasarkan Sumber Emisi
Batas organisasi tidak hanya berkaitan dengan lokasi perusahaan, tetapi juga perlu dikaitkan dengan sumber emisi. Perusahaan harus mengidentifikasi sumber emisi yang berada dalam entitas atau fasilitas yang telah ditetapkan.
Sumber emisi dapat berasal dari pembakaran bahan bakar di peralatan perusahaan, kendaraan yang dikendalikan perusahaan, proses industri, serta konsumsi energi yang relevan dengan batas inventarisasi. Pemetaan ini membantu memastikan tidak ada sumber emisi material yang terlewat.
Membedakan Scope 1, Scope 2, dan Scope 3
Setelah batas organisasi ditentukan, perusahaan dapat mengelompokkan emisi berdasarkan kategori atau scope. Scope 1 umumnya mencakup emisi langsung dari sumber yang dimiliki atau dikendalikan perusahaan.
Scope 2 berkaitan dengan emisi tidak langsung dari energi yang dibeli dan dikonsumsi perusahaan, seperti listrik atau energi tertentu yang dipasok oleh pihak lain.
Sementara itu, Scope 3 mencakup emisi tidak langsung lainnya dalam rantai nilai perusahaan, baik dari aktivitas hulu maupun hilir. Penentuan batas organisasi membantu memberikan dasar yang lebih jelas sebelum perusahaan melakukan pengelompokan sumber emisi tersebut.
Menangani Anak Perusahaan dan Joint Venture
Ilustrasi. Sumber: Pexels.com/Kampus Production
Perusahaan yang memiliki anak perusahaan atau joint venture perlu memberikan perhatian khusus terhadap batas organisasi. Sebab, status kepemilikan saja belum tentu cukup untuk menentukan apakah suatu entitas harus dimasukkan dalam inventarisasi.
Dalam hal ini, perusahaan perlu melihat pendekatan yang dipilih serta hubungan pengendalian atau kepemilikan sesuai metodologi yang digunakan. Dokumentasi keputusan juga penting agar alasan suatu entitas dimasukkan atau dikecualikan dapat ditelusuri.
Menangani Fasilitas yang Disewa
Fasilitas yang disewa, seperti gedung kantor, gudang, atau kendaraan, juga perlu dievaluasi. Perusahaan perlu melihat jenis perjanjian sewa dan tingkat kendali terhadap fasilitas tersebut.
Penentuan cakupan harus mengikuti pendekatan yang digunakan dalam inventarisasi. Dengan demikian, perusahaan dapat menghindari pencatatan yang tumpang tindih atau justru mengabaikan sumber emisi yang relevan.
Menentukan Batas Secara Konsisten
Konsistensi menjadi faktor penting dalam inventarisasi emisi. Setelah perusahaan menetapkan batas organisasi, pendekatan tersebut sebaiknya digunakan secara konsisten pada periode pelaporan berikutnya. Apabila terjadi perubahan struktur perusahaan, seperti akuisisi, divestasi, merger, atau perubahan pengendalian operasional, maka perusahaan perlu mengevaluasi kembali batas organisasi. Perubahan ini perlu dicatat agar perbandingan data emisi antarperiode tetap dapat dilakukan secara wajar.
Mendokumentasikan Dasar Penetapan Batas
Setiap keputusan mengenai batas organisasi perlu didokumentasikan. Dokumen dapat mencakup struktur perusahaan, daftar fasilitas, metode yang digunakan, dasar pengambilan keputusan, serta entitas yang termasuk dan tidak termasuk dalam inventarisasi.
Dokumentasi membantu proses audit, verifikasi, dan pembaruan inventarisasi pada periode berikutnya. Selain itu, perusahaan dapat lebih mudah menjelaskan metodologi kepada manajemen maupun pemangku kepentingan.
Melakukan Review Secara Berkala
Batas organisasi sebaiknya ditinjau secara berkala untuk memastikan masih sesuai dengan kondisi perusahaan. Sebab, perubahan struktur bisnis, lokasi operasional, kepemilikan aset, maupun model kerja dapat memengaruhi batas inventarisasi.
Review juga dapat dilakukan bersamaan dengan proses penyusunan inventarisasi tahunan. Jika ditemukan perubahan signifikan, perusahaan dapat memperbarui cakupan dan mendokumentasikan alasan perubahan tersebut.
Penutup
Menentukan batas organisasi merupakan salah satu tahapan dasar dalam inventarisasi emisi perusahaan. Prosesnya dimulai dengan memahami struktur organisasi, mengidentifikasi entitas dan fasilitas, memilih pendekatan batas organisasi, memetakan sumber emisi, serta mendokumentasikan setiap keputusan.
Batas yang jelas membantu perusahaan menghasilkan inventarisasi emisi yang lebih konsisten, transparan, dan dapat ditelusuri. Ketika terjadi perubahan struktur bisnis, perusahaan juga perlu melakukan review agar batas inventarisasi tetap mencerminkan kondisi operasional aktual. Dengan pendekatan yang sistematis, data emisi dapat menjadi dasar yang lebih kuat untuk evaluasi kinerja lingkungan dan penyusunan strategi pengelolaan emisi perusahaan.
*Ditulis oleh Maharani Kusuma Artanti. Sebagai Content Writer yang berpengalaman sejak 2021, Maharani fokus pada penulisan konten yang informatif dan teroptimasi. Sejak 2025, ia mendedikasikan keahliannya untuk SEO dan visibilitas online, memastikan informasi pelatihan tersaji jelas dan aksesibel. Terhubung dengan Maharani via LinkedIn.
