RAHASIA MENULIS PRESS RELEASE YANG MENARIK PERHATIAN MEDIA

RAHASIA MENULIS PRESS RELEASE YANG MENARIK PERHATIAN MEDIA

 

Press release merupakan salah satu media komunikasi yang digunakan perusahaan, organisasi, maupun institusi untuk menyampaikan informasi kepada media. Melalui press release, informasi mengenai peluncuran produk, kegiatan perusahaan, pencapaian, kerja sama, kebijakan, atau agenda tertentu dapat disampaikan secara terstruktur kepada jurnalis.

Namun, tidak semua press release mampu menarik perhatian media. Informasi yang terlalu panjang, tidak memiliki nilai berita, atau menggunakan bahasa promosi secara berlebihan dapat membuat pesan sulit mendapatkan perhatian. Karena itu, memahami cara membuat press release yang informatif, ringkas, dan memiliki nilai berita menjadi bagian penting dalam komunikasi publik. Berikut penjabarannya.

Menentukan Nilai Berita

 

RAHASIA MENULIS PRESS RELEASE YANG MENARIK PERHATIAN MEDIA

Ilustrasi. Sumber: Pexels.com/Claudio Meloni

Langkah pertama dalam cara membuat press release adalah menentukan apakah informasi yang akan disampaikan memiliki nilai berita. Media membutuhkan informasi yang relevan bagi pembacanya, bukan sekadar promosi perusahaan.

Nilai berita dapat muncul dari beberapa hal, seperti kebaruan, dampak terhadap masyarakat, tokoh yang terlibat, besarnya kegiatan, tren yang sedang berkembang, atau adanya data menarik.

Misalnya, pengumuman perusahaan mengenai peluncuran program baru akan lebih menarik apabila dijelaskan manfaat program tersebut dan dampaknya bagi pelanggan atau masyarakat.

Membuat Judul yang Menarik

Judul menjadi salah satu bagian pertama yang diperhatikan ketika jurnalis menerima press release. Karena itu, judul perlu menjelaskan inti informasi secara singkat dan menarik.

Hindari judul yang terlalu umum seperti “Perusahaan X Mengadakan Kegiatan Baru”. Judul dapat dibuat lebih informatif dengan menonjolkan kegiatan atau dampaknya.

Sebagai contoh, “Perusahaan X Luncurkan Program Digital untuk Tingkatkan Efisiensi UMKM” memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai isi berita.

Judul sebaiknya tetap faktual dan tidak menggunakan klaim berlebihan yang tidak dapat dibuktikan.

Menggunakan Lead yang Kuat

Setelah judul, bagian lead atau paragraf pembuka harus mampu menjelaskan inti informasi. Pembaca idealnya dapat memahami informasi utama hanya dengan membaca paragraf pertama.

Lead dapat menjawab unsur dasar jurnalistik seperti apa yang terjadi, siapa yang terlibat, kapan dan di mana kegiatan berlangsung, serta mengapa informasi tersebut relevan.

Jangan terlalu lama memberikan latar belakang sebelum menyampaikan inti berita. Media membutuhkan informasi utama dengan cepat agar dapat menentukan apakah topik tersebut relevan untuk dikembangkan menjadi berita.

Menggunakan Struktur Piramida Terbalik

Salah satu teknik dalam cara membuat press release adalah menggunakan struktur piramida terbalik. Informasi paling penting ditempatkan di bagian awal, kemudian diikuti detail pendukung.

Struktur ini memudahkan jurnalis memahami isi berita tanpa harus membaca keseluruhan dokumen. Jika press release harus dipangkas karena keterbatasan ruang, informasi penting juga tetap berada di bagian atas.

Urutan informasi dapat dimulai dari fakta utama, detail kegiatan, kutipan narasumber, data pendukung, lalu informasi tambahan mengenai perusahaan.

Menyertakan Kutipan Narasumber

Kutipan dapat membuat press release terasa lebih hidup sekaligus memberikan perspektif langsung dari pihak yang terlibat. Narasumber dapat berasal dari pimpinan perusahaan, pejabat terkait, ahli, atau pihak lain yang memiliki relevansi dengan berita.

Kutipan sebaiknya memberikan informasi atau perspektif yang tidak sekadar mengulang kalimat sebelumnya. Misalnya, narasumber dapat menjelaskan alasan program dibuat, tujuan yang ingin dicapai, atau dampak yang diharapkan.

Gunakan bahasa yang natural dan mudah dipahami agar kutipan dapat digunakan oleh media dengan sedikit penyesuaian.

Menyajikan Data yang Relevan

Data dapat memperkuat kredibilitas informasi dalam press release. Angka mengenai jumlah peserta, pertumbuhan, capaian, hasil survei, atau dampak program dapat digunakan selama sumbernya jelas dan relevan.

Namun, jangan memasukkan terlalu banyak angka yang tidak berkaitan dengan berita. Pilih data yang benar-benar membantu pembaca memahami skala atau dampak informasi.

Data juga harus akurat dan dapat dipertanggungjawabkan agar tidak menimbulkan masalah ketika informasi dipublikasikan oleh media.

Menggunakan Bahasa Jurnalistik

Cara membuat press release yang baik juga berkaitan dengan penggunaan bahasa. Hindari gaya bahasa yang terlalu promosi seperti iklan.

Gunakan kalimat aktif, ringkas, dan langsung pada pokok informasi. Istilah teknis yang sulit dipahami sebaiknya diberikan penjelasan singkat apabila memang harus digunakan.

Press release seharusnya memberikan fakta dan konteks yang cukup sehingga jurnalis dapat mengembangkan informasi menjadi berita.

Menyusun Informasi Perusahaan

Pada bagian akhir, sertakan informasi singkat mengenai perusahaan atau organisasi. Bagian ini sering disebut boilerplate.

Informasi tersebut dapat berisi profil singkat perusahaan, bidang usaha, layanan utama, lokasi, atau pencapaian yang relevan. Hindari membuat bagian ini terlalu panjang karena tujuan utamanya adalah memberikan konteks kepada media.

Cantumkan juga informasi kontak media atau pihak yang dapat dihubungi jika jurnalis membutuhkan klarifikasi dan informasi tambahan.

Menambahkan Materi Pendukung

Jika relevan, press release dapat dilengkapi dengan materi pendukung seperti foto kegiatan, infografik, data statistik, atau tautan menuju sumber informasi tambahan.

Materi visual dapat membantu jurnalis memahami konteks sekaligus menyediakan aset yang berpotensi digunakan dalam publikasi. Pastikan setiap materi memiliki kualitas yang baik dan memiliki izin penggunaan yang sesuai.

Jika terdapat tautan, gunakan tautan yang relevan dengan informasi dalam press release dan pastikan dapat diakses oleh penerima.

Melakukan Pemeriksaan Sebelum Distribusi

Sebelum dikirim kepada media, lakukan pemeriksaan akhir terhadap isi press release. Pastikan nama orang, jabatan, tanggal, lokasi, angka, kutipan, dan informasi lainnya sudah benar.

Periksa juga tata bahasa dan format dokumen. Kesalahan kecil dapat memengaruhi kredibilitas perusahaan, terutama ketika press release digunakan sebagai sumber berita.

Setelah semuanya diperiksa, press release dapat dikirim kepada media yang sesuai dengan topik dan target audiens. Pemilihan media yang relevan akan membantu meningkatkan peluang informasi mendapatkan perhatian.

Penutup

Menulis press release yang menarik perhatian media membutuhkan lebih dari sekadar menyampaikan informasi perusahaan. Penulis perlu mengidentifikasi nilai berita, membuat judul yang kuat, menyusun lead informatif, menggunakan struktur piramida terbalik, serta melengkapi informasi dengan kutipan dan data yang relevan.

Dengan memahami cara membuat press release secara sistematis, perusahaan dapat menyampaikan informasi kepada media dengan lebih efektif. Press release yang jelas, faktual, dan memiliki nilai berita juga dapat membantu membangun kredibilitas serta meningkatkan peluang suatu informasi untuk dikembangkan menjadi pemberitaan.

*Ditulis oleh Maharani Kusuma Artanti. Sebagai Content Writer yang berpengalaman sejak 2021, Maharani fokus pada penulisan konten yang informatif dan teroptimasi. Sejak 2025, ia mendedikasikan keahliannya untuk SEO dan visibilitas online, memastikan informasi pelatihan tersaji jelas dan aksesibel. Terhubung dengan Maharani via LinkedIn.