PELATIHAN SAND MANAGEMENT IN OIL & GAS

PELATIHAN SAND MANAGEMENT IN OIL & GAS

 

 

Pelatihan Sand Management in Oil & Gas

Minyak dan gas (migas) adalah salah satu sumber daya alam penghasil energi yang paling dibutuhkan dalam kehidupan manusia pada saat ini. Sumber daya alam ini tidak bisa lepas dari aktivitas sehari-hari karena memberikan sejumlah manfaat. Di Indonesia, energi minyak dan gas masih menjadi andalan utama perekonomian, baik sebagai penghasil devisa maupun pemasok kebutuhan energi dalam negeri. Oleh karena itu, kehadiran minyak dan gas sangat penting bagi kehidupan di Indonesia.

Industri migas atau perminyakan bukan sebuah industri baru. Bisnis atau industri minyak dan gas telah berkembang sejak awal 1900-an, yaitu pada era Rockafeller dengan standar oilnya. Kegiatan usaha inti (core business) di industri migas dibedakan menjadi dua, yaitu kegiatan hulu dan kegiatan hilir.

Kegiatan hulu industri migas meliputi eksplorasi, pengembangan lapangan migas, produksi atau eksploitasi, dan pengangkatan (lifting) minyak bumi atau gas alam. Setelah itu, ada kegiatan usaha hilir minyak dan gas yang terdiri atas kegiatan usaha pengolahan, pengangkutan, penyimpanan, dan niaga (pemasaran).

Industri perminyakan memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia. Migas menjadi sumber pendapatan APBN dan sumber energi, khususnya BBM. Minyak dan gas di Indonesia menjadi penggerak berbagai sektor kehidupan. Oleh karena itu, industri ini penting kehadirannya bagi masyarakat.

 

Pengertian Sand Management in Oil & Gas

Kepasiran merupakan problem produksi yang umum terjadi pada sumur dengan formasi batupasir. Terjadinya kepasiran ini menimbulkan berbagai persoalan, seperti menurunnya produksi sumur, meningkatnya frekuensi perawatan sumur, serta akumulasi pasir di fasilitas produksi yang dapat menganggu kelancaran sistem produksi.

Problem kepasiran terjadi akibat rusaknya kestabilan ikatan dari butir-butir  pasir yang disebabkan oleh adanya gaya gesekan serta tumbukan yang ditimbulkan oleh suatu aliran dari fluida dimana laju aliran yang terjadimelampaui batas maksimum dari laju aliran kritis yang diperbolehkan, sehingga butiran-butiran pasir akan ikut terproduksi bersama-sama dengan minyak ke permukaan. Penyebab dari terproduksinya pasir diantaranya berhubungan dengan :

  • Tenaga pengerukan (drag force), yaitu tenaga yang terjadi oleh aliran fluida dimana laju aliran dan viskositasnya meningkat menjadi lebih tinggi.
  • Pengurangan strength formasinya, hal ini sering dihubungkan dengan produksi air karena akan melarutkan material penyemen atau pengurangan gaya kapiler dengan meningkatnya saturasi air.
  • Penurunan tekanan reservoir, dengan penurunan ini akan mengganggu sifat penyemenan antar batuan.

Problem kepasiran sangat tidak di harapkan oleh perusahaan karena dapat merugikan perusahaan itu sendiri. Turunnya produksi minyak karena penyumbatan oleh pasir dan abrasi peralatan produksi di dalam sumur dan permukaan. Oleh karenanya problem  kepasiran ini harus ditangani agar proses produksi dapat berjalan dengan lancar dan perusahaan dapat menghasilkan produk yang maksimal.

Melalui pelatihan Sand Management in Oil & Gas ini akan membantu individu untuk :

  1. Mengidentifikasi persoalan pasir yang terjadi di lapangan sumur minyak
  2. Memahami berbagai teknik yang dapat dilakukan perusahaan untuk dapat menangani persoalan pasir di pertambangan minyak dan gas

Kegiatan training Sand Management in Oil & Gas ini berlangsung selama 4 hari yaitu pada tanggal 14-17 Oktober 2024 yang dilaksanakan secara offline di Yogyakarta. Peserta training berjumlah 4 orang yang berasal dari perusahaan PT Pertamina Hulu Kaltim. PT Pertamina Hulu Kaltim (PHKT) merupakan anak usaha dari Pertamina Hulu Indonesia [subsidiary dari PT Pertamina (Persero)] yang ditunjuk sebagai pengelola sekaligus operator di WK East Kalimantan-Attaka untuk periode kontrak 25 Oktober 2018 s.d. 24 Oktober 2038. Wilayah Kerja (WK) East Kalimantan sebelumnya dikelola Chevron Indonesia Co. (CICo). Penyerahan pengelolaan WK ini dilaksanakan setelah kontrak operator CICo berdasarkan production sharing contract (PSC) WK East Kalimantan dan Attaka berakhir pada 24 Oktober 2018. Kegiatan training Sand Management in Oil & Gas berjalan dengan lancar dan aktif, banyak diskusi yang terjadi antara instruktur dan peserta.

Jika anda ingin anda pribadi maupun karyawan perusahaan anda lebih memahami terkait Sand Management in Oil & Gas, maka anda dapat mengikuti pelatihan yang relevan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan. Karena dengan lebih memahami Pemetaan dan Survei harapannya individu dapat lebih mampu membuat peta dengan tingkat akurasi yang tinggi sehingga akan berdampak pada semakin tepatnya pengambilan keputusan yang diambil. Jika anda tertarik untuk mengikuti training tersebut, silahkan hubungi marketing training kami melalui nomor Whatsapp +62 821-3327-2164 atau email cro.jogjatraining@gmail.com.