7 LANGKAH PEMERIKSAAN FORKLIFT SEBELUM OPERASI DI LAPANGAN

7 LANGKAH PEMERIKSAAN FORKLIFT SEBELUM OPERASI DI LAPANGAN

 

Forklift membantu berbagai kegiatan pemindahan dan pengangkatan material di area gudang, pabrik, proyek konstruksi, dan fasilitas logistik. Kendaraan ini bekerja dengan sistem penggerak serta perangkat angkat yang harus berfungsi secara baik selama kegiatan berlangsung. Karena itu, pemeriksaan sebelum operasi perlu dilakukan untuk menemukan kondisi yang dapat mengganggu keselamatan dan kinerja forklift.

Pemeriksaan awal membantu operator mengenali kerusakan sebelum forklift masuk ke area kerja. OSHA menetapkan bahwa forklift harus diperiksa setidaknya setiap hari sebelum digunakan dan kendaraan tidak boleh dioperasikan apabila pemeriksaan menemukan kondisi yang dapat memengaruhi keselamatannya. Pemeriksaan tersebut juga perlu menyesuaikan jenis forklift serta petunjuk pemeliharaan dari produsen.

1. Memeriksa Kondisi Fisik Forklift

 

7 LANGKAH PEMERIKSAAN FORKLIFT SEBELUM OPERASI DI LAPANGAN

Ilustrasi. Sumber: Pexels.com/Action Construction Equipment Ltd. – ACE

 

Pemeriksaan visual menjadi langkah awal sebelum operator menyalakan forklift. Operator dapat mengamati kondisi rangka, overhead guard, tiang (mast), roda, garpu (fork), selang, dan komponen luar lainnya. OSHA juga memasukkan overhead guard, silinder hidraulik, mast assembly, rantai pengangkat, garpu, dan ban sebagai bagian yang perlu diperiksa pada pemeriksaan harian.

Kerusakan kecil perlu mendapat perhatian sebelum kendaraan digunakan. Retakan, baut yang hilang, kebocoran, deformasi, atau komponen yang terlihat longgar dapat menunjukkan masalah yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Operator perlu membandingkan kondisi aktual dengan standar operasional dan petunjuk produsen sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya.

Area di sekitar forklift juga perlu diperiksa selama pemeriksaan awal. Genangan oli, cairan hidraulik, atau benda asing dapat mengindikasikan kebocoran maupun gangguan mekanis tertentu. Kondisi tersebut sebaiknya dicatat dan dilaporkan sebelum forklift memasuki aktivitas pengangkatan material.

2. Memeriksa Garpu dan Sistem Pengangkatan

Garpu menahan beban secara langsung sehingga kondisinya perlu diperiksa dengan teliti. Operator harus memperhatikan adanya retak, aus, perubahan bentuk, atau kerusakan lain pada permukaan garpu. OSHA memasukkan garpu dan perangkat pengangkatan sebagai bagian dari pemeriksaan harian pada berbagai jenis forklift.

Tiang pengangkat perlu bergerak secara normal ketika operator melakukan pengujian fungsi. Rantai dan roller juga perlu diperhatikan karena komponen tersebut mendukung gerakan pengangkatan beban. Pemeriksaan tersebut membantu menemukan gangguan mekanis sebelum sistem membawa material pada ketinggian tertentu.

Kondisi hidraulik juga memengaruhi kemampuan forklift mengangkat dan menahan beban. Operator perlu melihat kemungkinan kebocoran pada silinder, selang, sambungan, dan bagian hidraulik lainnya. Cairan yang keluar dari sistem dapat menjadi tanda masalah yang perlu diperiksa oleh personel yang berwenang sebelum forklift digunakan.

3. Memeriksa Ban dan Kondisi Roda

Ban menjaga kontak forklift dengan permukaan lantai selama kendaraan bergerak dan membawa beban. Operator perlu memeriksa keausan, kerusakan fisik, tekanan, serta kondisi roda sesuai jenis forklift yang digunakan. OSHA memasukkan ban sebagai salah satu bagian yang perlu diperiksa dalam pemeriksaan harian forklift.

Permukaan kerja dapat mempercepat keausan apabila forklift sering bergerak pada area dengan beban tinggi. Ban yang rusak dapat memengaruhi stabilitas kendaraan terutama ketika forklift membawa material atau melakukan manuver. Karena itu, operator perlu memperhatikan perubahan kondisi ban dari hari ke hari.

Roda juga perlu diperiksa bersama komponen pengikatnya. Baut atau bagian pemasangan yang tidak sesuai dapat menimbulkan masalah ketika kendaraan menerima beban dan bergerak di area kerja. Pemeriksaan yang konsisten membantu operator mengetahui perubahan kondisi sebelum gangguan berkembang menjadi masalah operasional.

4. Memeriksa Sistem Kemudi, Rem, dan Kontrol

Sistem kemudi membantu operator mengarahkan forklift sesuai jalur kerja yang tersedia. Operator perlu menguji respons kemudi sebelum membawa kendaraan menuju area operasi. Gerakan yang berat, tidak stabil, atau tidak sesuai respons normal dapat menunjukkan kebutuhan pemeriksaan lebih lanjut.

Rem juga harus merespons dengan baik ketika operator melakukan pengujian. OSHA memasukkan sistem kemudi dan rem sebagai bagian dari pemeriksaan fungsi pada contoh checklist harian forklift. Pemeriksaan tersebut membantu memastikan kendaraan dapat dikendalikan ketika operator perlu memperlambat atau menghentikan pergerakan.

Tuasan kontrol juga perlu memberikan respons yang sesuai dengan fungsi masing-masing. Operator perlu menguji fungsi penggerak dan pengangkatan secara terkendali pada area yang aman. Pemeriksaan tersebut membantu menemukan respons yang tidak normal sebelum forklift digunakan dalam aktivitas pemindahan material.

5. Memeriksa Perangkat Keselamatan dan Peringatan

Perangkat keselamatan memberikan informasi dan perlindungan selama forklift beroperasi. Operator perlu memeriksa klakson, lampu, indikator, sabuk keselamatan, serta perangkat keselamatan lain yang tersedia pada kendaraan. OSHA memasukkan lampu, klakson, indikator tertentu, dan sabuk keselamatan sebagai bagian dari pemeriksaan pada checklist forklift.

Klakson perlu menghasilkan suara yang dapat terdengar di lingkungan kerja. OSHA menjelaskan bahwa forklift dengan perangkat peringatan yang tidak lagi terdengar di atas kebisingan lingkungan dapat dianggap tidak aman untuk digunakan. Karena itu, operator perlu memastikan perangkat peringatan tetap berfungsi sebelum kendaraan bergerak.

Lampu dan indikator juga membantu operator memahami kondisi kendaraan selama operasi. Lampu rem, lampu depan, indikator baterai, atau instrumen lain perlu diperiksa sesuai tipe forklift. Kerusakan pada perangkat tersebut dapat mengurangi kemampuan operator dalam menerima informasi penting atau berkomunikasi dengan lingkungan kerja.

6. Memeriksa Sumber Energi dan Cairan Operasi

Jenis sumber energi menentukan bagian pemeriksaan yang perlu dilakukan operator. Forklift listrik membutuhkan pemeriksaan baterai dan kabel, sedangkan forklift berbahan bakar gas atau mesin pembakaran memerlukan pemeriksaan tambahan pada sistem bahan bakar dan cairan mesin. OSHA memberikan daftar pemeriksaan berbeda untuk forklift listrik dan forklift berbahan bakar LPG atau jenis mesin tertentu.

Baterai perlu berada dalam kondisi aman dan terpasang dengan baik pada kendaraan. Operator juga perlu memeriksa kondisi kabel serta bagian sambungan sebelum forklift digunakan. Kondisi sumber energi yang tidak normal dapat mengganggu kemampuan kendaraan selama operasi.

Forklift dengan mesin pembakaran membutuhkan pemeriksaan cairan sesuai petunjuk produsen. Level oli mesin, cairan pendingin, cairan hidraulik, serta bagian sistem bahan bakar dapat diperiksa sesuai jenis kendaraan. Pemeriksaan tersebut membantu operator menemukan kebocoran atau kekurangan cairan sebelum masalah memengaruhi operasi.

7. Melakukan Uji Fungsi Sebelum Masuk Area Kerja

Uji fungsi melengkapi pemeriksaan visual yang dilakukan ketika forklift masih dalam kondisi diam. Operator dapat menyalakan kendaraan kemudian menguji rem, kemudi, klakson, lampu, kontrol pengangkatan, dan perangkat lain sesuai prosedur. OSHA menyediakan checklist yang memisahkan pemeriksaan kondisi kendaraan saat mesin mati dan pengujian fungsi setelah kendaraan dinyalakan.

Pengujian perlu dilakukan pada area yang aman dan tidak mengganggu pekerja lain. Operator dapat menjalankan forklift secara perlahan untuk memastikan respons kendaraan sesuai kondisi normal. Setiap suara, getaran, bau, atau gerakan yang tidak biasa perlu menjadi perhatian selama proses tersebut.

Hasil pemeriksaan kemudian menentukan apakah forklift dapat digunakan atau membutuhkan penanganan lebih lanjut. OSHA menyatakan bahwa forklift dengan kondisi yang dapat memengaruhi keselamatan tidak boleh ditempatkan dalam layanan sampai kondisi tersebut diperbaiki. HSE juga merekomendasikan pemeriksaan sebelum setiap shift, pelaporan kerusakan, sistem perawatan terencana, dan pemeriksaan berkala oleh personel yang kompeten.

Membuat Checklist Pemeriksaan Forklift

Checklist membantu operator menjalankan pemeriksaan dengan urutan yang konsisten. Daftar tersebut dapat mencakup kondisi fisik, garpu, mast, rantai, ban, hidraulik, baterai atau bahan bakar, kemudi, rem, lampu, klakson, sabuk keselamatan, dan fungsi pengangkatan. OSHA menyediakan contoh checklist dan menyarankan penyesuaian isi pemeriksaan berdasarkan jenis forklift serta petunjuk produsen.

Formulir pemeriksaan juga membantu organisasi mencatat kondisi kendaraan dari waktu ke waktu. Hasil tersebut dapat menunjukkan komponen yang sering mengalami gangguan atau membutuhkan perhatian lebih banyak. Catatan yang teratur kemudian dapat membantu bagian pemeliharaan menyusun tindakan berdasarkan kondisi aktual kendaraan.

Setiap tempat kerja dapat memiliki kebutuhan pemeriksaan yang berbeda. Area dengan debu tinggi, permukaan tidak rata, kelembapan, atau intensitas penggunaan tinggi dapat membutuhkan perhatian tambahan pada bagian tertentu. Karena itu, checklist perlu mengikuti karakteristik forklift, lingkungan kerja, dan prosedur keselamatan yang berlaku.

Menindaklanjuti Temuan Kerusakan

Temuan pemeriksaan tidak boleh berhenti pada pencatatan masalah. Operator perlu melaporkan kondisi yang dapat memengaruhi keselamatan kepada pihak yang bertanggung jawab sebelum kendaraan digunakan. OSHA menegaskan bahwa forklift yang mengalami kondisi tidak aman harus dikeluarkan dari layanan sampai kembali berada dalam kondisi aman.

Perbaikan harus dilakukan oleh personel yang memiliki kewenangan dan kompetensi sesuai jenis pekerjaan. Operator sebaiknya tidak melakukan perbaikan mekanis yang berada di luar tanggung jawabnya. Pemisahan tugas tersebut membantu mencegah kendaraan kembali digunakan sebelum masalah benar-benar ditangani.

Forklift yang telah diperbaiki juga perlu menjalani pemeriksaan ulang. Personel yang berwenang dapat memastikan komponen yang diperbaiki telah berfungsi dan tidak menimbulkan masalah tambahan. Langkah tersebut membantu memastikan kendaraan kembali digunakan dalam kondisi yang memenuhi persyaratan keselamatan.

Menyesuaikan Pemeriksaan dengan Kondisi Lapangan

Pemeriksaan forklift perlu mempertimbangkan lingkungan tempat kendaraan beroperasi. Lantai yang licin, jalur yang sempit, area padat, dan perubahan permukaan dapat memengaruhi cara forklift bergerak serta melakukan pengangkatan. Operator perlu memahami kondisi tersebut sebelum menentukan apakah kendaraan siap memasuki area kerja.

Jenis material juga memengaruhi kebutuhan pemeriksaan dan kesiapan kendaraan. Beban yang berbeda dapat membutuhkan alat tambahan atau konfigurasi tertentu sesuai kapasitas forklift dan petunjuk produsen. Peralatan tambahan yang memengaruhi kapasitas atau keselamatan forklift juga perlu mengikuti ketentuan yang berlaku sebelum digunakan.

Kondisi lingkungan dapat berubah sepanjang shift kerja. Tumpahan cairan, hambatan baru, perubahan jalur, atau gangguan pada area penyimpanan dapat menciptakan risiko tambahan setelah pemeriksaan awal selesai. Karena itu, operator perlu tetap melakukan pengamatan selama operasi dan tidak mengandalkan hasil pemeriksaan awal sebagai satu-satunya bentuk pengendalian risiko.

Kesimpulan

Pemeriksaan forklift sebelum operasi mencakup pemeriksaan fisik, garpu dan sistem pengangkatan, roda, kemudi, rem, perangkat keselamatan, sumber energi, serta fungsi kendaraan. Pemeriksaan tersebut membantu operator menemukan kondisi yang dapat mengganggu keselamatan sebelum forklift memasuki aktivitas kerja. OSHA mensyaratkan pemeriksaan setidaknya setiap hari sebelum digunakan dan melarang penggunaan forklift ketika ditemukan kondisi yang dapat memengaruhi keselamatannya.

Checklist yang terstruktur dapat membantu menjaga konsistensi pemeriksaan pada setiap shift. Catatan temuan juga dapat mendukung proses pelaporan, pemeliharaan, dan evaluasi kondisi kendaraan. HSE merekomendasikan pemeriksaan sebelum setiap shift, sistem pelaporan kerusakan, pemeliharaan terencana, dan pemeriksaan keselamatan berkala oleh personel yang kompeten.

Pemeriksaan yang baik tetap membutuhkan penyesuaian terhadap jenis forklift dan kondisi lingkungan kerja. Operator perlu mengikuti petunjuk produsen serta prosedur keselamatan yang berlaku di tempat kerja. Dengan pemeriksaan yang konsisten dan tindak lanjut yang tepat, gangguan forklift dapat dikenali lebih awal sebelum memengaruhi kegiatan di lapangan.

 

*Ditulis oleh Maharani Kusuma Artanti. Sebagai Content Writer yang berpengalaman sejak 2021, Maharani fokus pada penulisan konten yang informatif dan teroptimasi. Sejak 2025, ia mendedikasikan keahliannya untuk SEO dan visibilitas online, memastikan informasi pelatihan tersaji jelas dan aksesibel. Terhubung dengan Maharani via LinkedIn.