7 INFORMASI WAJIB YANG PERLU DIPERTIMBANGKAN DALAM DESAIN LABEL KEMASAN
7 INFORMASI WAJIB YANG PERLU DIPERTIMBANGKAN DALAM DESAIN LABEL KEMASAN
Produsen perlu merancang label kemasan dengan informasi yang jelas agar konsumen dapat memahami produk dengan mudah. Label kemasan menyampaikan identitas, karakteristik, serta informasi penting mengenai produk kepada konsumen pada saat pembelian. Selain itu, desain label yang tepat dapat membantu perusahaan membangun identitas merek melalui tampilan visual yang konsisten. Karena itu, perusahaan perlu mempertimbangkan berbagai informasi sebelum menentukan desain akhir label kemasan.
1. Nama dan Identitas Produk
Ilustrasi. Sumber: Pexels.com/Valeria Boltneva
Produsen perlu mencantumkan nama produk pada bagian label yang mudah ditemukan oleh konsumen. Nama tersebut membantu konsumen mengenali jenis produk yang mereka lihat pada rak atau platform penjualan. Perusahaan juga dapat menampilkan merek dan elemen identitas visual untuk membedakan produk dari produk pesaing. Penempatan informasi tersebut membantu konsumen mengenali produk secara cepat dalam berbagai situasi pembelian.
Tim desain perlu menyesuaikan ukuran dan posisi nama produk dengan karakteristik kemasan yang digunakan. Desainer dapat menggunakan tipografi yang mudah dibaca agar konsumen memperoleh informasi tanpa mengalami kesulitan visual. Selain itu, perusahaan perlu menjaga konsistensi penggunaan logo, warna, dan elemen identitas pada setiap varian produk. Konsistensi tersebut membantu perusahaan membangun pengenalan merek melalui berbagai jenis kemasan.
2. Komposisi dan Informasi Produk
Produsen perlu mencantumkan informasi mengenai komposisi atau bahan yang digunakan dalam pembuatan produk. Informasi tersebut membantu konsumen memahami kandungan produk sebelum mereka menentukan pilihan pembelian. Perusahaan perlu menyusun informasi tersebut sesuai ketentuan yang berlaku untuk kategori produk yang dipasarkan. Penyajian informasi secara jelas membantu konsumen memperoleh gambaran mengenai karakteristik produk.
Tim produksi perlu menyediakan data komposisi yang akurat kepada tim desain sebelum proses pencetakan label berlangsung. Desainer kemudian dapat menempatkan informasi tersebut pada area label yang mudah dibaca oleh konsumen. Penggunaan ukuran huruf yang sesuai membantu konsumen membaca informasi tanpa harus melakukan usaha visual yang berlebihan. Dengan demikian, label dapat menyampaikan informasi produk secara lebih efektif.
3. Berat atau Isi Bersih Produk
Produsen perlu mencantumkan berat atau isi bersih untuk memberikan informasi mengenai jumlah produk dalam kemasan. Informasi tersebut membantu konsumen membandingkan jumlah produk ketika mereka memilih beberapa produk dengan ukuran berbeda. Perusahaan perlu menggunakan satuan yang sesuai dengan karakteristik produk dan ketentuan yang berlaku. Pencantuman informasi tersebut juga membantu konsumen memahami nilai produk secara lebih transparan.
Tim desain perlu menempatkan informasi berat atau isi bersih pada area yang mudah ditemukan pada kemasan. Desainer dapat menggunakan ukuran huruf yang proporsional agar informasi tersebut tetap terbaca tanpa mengganggu elemen desain lainnya. Perusahaan juga perlu memastikan data yang tercetak sesuai dengan spesifikasi produk sebelum proses produksi label. Pemeriksaan tersebut membantu perusahaan mengurangi risiko kesalahan informasi pada kemasan.
4. Informasi Produsen dan Distributor
Perusahaan perlu mencantumkan informasi mengenai pihak yang memproduksi atau mendistribusikan produk pada label kemasan. Informasi tersebut dapat membantu konsumen mengetahui pihak yang bertanggung jawab terhadap produk yang mereka gunakan. Tim legal atau regulatory perlu memeriksa data perusahaan sebelum informasi tersebut masuk ke tahap pencetakan. Pemeriksaan tersebut membantu perusahaan menjaga ketepatan informasi pada setiap kemasan.
Produsen juga perlu menyesuaikan informasi perusahaan dengan jenis produk dan saluran distribusi yang digunakan. Tim pemasaran dapat mencantumkan alamat atau informasi kontak yang relevan sesuai kebutuhan komunikasi dengan konsumen. Informasi tersebut membantu konsumen menghubungi perusahaan ketika mereka membutuhkan penjelasan atau layanan setelah pembelian. Dengan informasi yang lengkap, perusahaan dapat membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan konsumen.
5. Tanggal dan Kode Produksi
Produsen perlu mencantumkan informasi tanggal produksi atau masa kedaluwarsa sesuai karakteristik produk dan ketentuan yang berlaku. Informasi tersebut membantu konsumen mengetahui kondisi waktu penggunaan produk sebelum mereka melakukan pembelian atau konsumsi. Tim produksi perlu memastikan sistem pencantuman tanggal dapat menghasilkan informasi yang jelas dan mudah dibaca. Kejelasan tersebut membantu konsumen menggunakan produk sesuai periode yang telah ditentukan.
Perusahaan juga dapat menggunakan kode produksi untuk membantu tim internal melakukan pelacakan produk. Tim quality control dapat mencatat kode tersebut untuk mengidentifikasi kelompok produksi ketika perusahaan melakukan pemeriksaan kualitas. Sistem tersebut membantu perusahaan menelusuri produk secara lebih terstruktur apabila muncul masalah pada suatu kelompok produksi. Selain itu, kode tersebut dapat membantu proses pengendalian distribusi dan penarikan produk jika diperlukan.
6. Petunjuk Penggunaan dan Penyimpanan
Produsen perlu memberikan petunjuk penggunaan ketika produk membutuhkan instruksi tertentu agar konsumen dapat menggunakannya dengan benar. Informasi tersebut membantu konsumen memahami cara menggunakan, mengolah, atau mengaplikasikan produk sesuai karakteristiknya. Perusahaan juga perlu mencantumkan kondisi penyimpanan ketika suhu, kelembapan, cahaya, atau faktor lain dapat memengaruhi kualitas produk. Penyajian informasi tersebut membantu konsumen menjaga kondisi produk selama masa penggunaan.
Tim desain perlu menyusun petunjuk menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh target konsumen. Desainer dapat menggunakan ikon pendukung untuk membantu konsumen memahami informasi tertentu pada ruang label yang terbatas. Perusahaan juga perlu memeriksa keakuratan instruksi sebelum mencetak label dalam jumlah besar. Pemeriksaan tersebut membantu perusahaan mencegah kesalahan informasi yang dapat memengaruhi penggunaan produk.
7. Elemen Visual dan Keterbacaan Label
Desainer perlu mengatur elemen visual untuk membuat informasi label mudah ditemukan dan dibaca oleh konsumen. Tim desain dapat mengatur warna, tipografi, gambar, ruang kosong, dan hierarki informasi berdasarkan ukuran serta bentuk kemasan. Pengaturan tersebut membantu konsumen menemukan informasi utama tanpa harus membaca seluruh bagian label. Selain itu, desain yang terstruktur dapat membantu perusahaan menyampaikan karakter merek secara konsisten.
Perusahaan perlu menguji keterbacaan label sebelum menggunakan desain tersebut dalam produksi massal. Tim desain dapat melakukan simulasi pada ukuran kemasan sebenarnya untuk melihat tampilan informasi dari jarak tertentu. Tim pemasaran juga dapat meminta masukan dari calon pengguna untuk mengetahui apakah informasi dapat dipahami dengan cepat. Hasil evaluasi tersebut membantu perusahaan menyempurnakan desain sebelum label digunakan secara luas.
Menyesuaikan Label dengan Karakteristik Kemasan
Perusahaan perlu menyesuaikan desain label dengan bentuk, ukuran, dan material kemasan yang digunakan untuk produk. Tim desain harus mempertimbangkan area lengkung, lipatan, sambungan, atau bagian kemasan yang dapat mengganggu keterbacaan informasi. Pertimbangan tersebut membantu perusahaan menempatkan elemen penting pada area yang tetap terlihat setelah label terpasang. Dengan demikian, informasi utama dapat tetap terbaca selama produk berada dalam kondisi penyimpanan dan distribusi.
Produsen juga perlu mempertimbangkan daya tahan label terhadap kondisi lingkungan selama masa distribusi dan penggunaan. Tim produksi dapat memilih material label dan metode pencetakan berdasarkan paparan air, panas, gesekan, atau kondisi lain yang mungkin terjadi. Pemilihan tersebut membantu perusahaan mempertahankan kualitas visual dan keterbacaan informasi selama masa edar produk. Selain itu, perusahaan dapat melakukan pengujian fisik untuk memastikan label tetap melekat dengan baik pada kemasan.
Melakukan Pemeriksaan Sebelum Produksi Massal
Perusahaan perlu melakukan pemeriksaan akhir sebelum mencetak label dalam jumlah besar untuk menghindari kesalahan informasi. Tim terkait dapat memeriksa nama produk, komposisi, berat bersih, tanggal, informasi perusahaan, petunjuk, serta elemen visual pada desain akhir. Pemeriksaan tersebut membantu perusahaan menemukan kesalahan penulisan atau ketidaksesuaian data sebelum produk memasuki proses produksi. Selain itu, tim dapat menggunakan daftar pemeriksaan untuk memastikan seluruh informasi telah memperoleh persetujuan pihak terkait.
Manajemen perlu melibatkan departemen yang relevan dalam proses persetujuan desain label sebelum produksi dimulai. Tim pemasaran dapat memeriksa kesesuaian identitas merek, sedangkan tim produksi dan quality control dapat memeriksa ketepatan informasi teknis. Tim legal atau regulatory dapat memeriksa informasi yang harus mengikuti ketentuan khusus berdasarkan kategori produk. Koordinasi tersebut membantu perusahaan menghasilkan label yang informatif, konsisten, dan sesuai kebutuhan produk.
Kesimpulan
Desain label kemasan perlu mempertimbangkan informasi produk, identitas merek, jumlah isi, informasi produsen, tanggal, petunjuk penggunaan, dan keterbacaan visual. Perusahaan perlu mengatur setiap informasi tersebut berdasarkan karakteristik produk dan bentuk kemasan agar konsumen dapat menemukan informasi dengan mudah. Tim terkait juga perlu melakukan pemeriksaan sebelum produksi untuk memastikan seluruh data pada label sudah akurat. Proses tersebut membantu perusahaan menghasilkan kemasan yang informatif sekaligus mendukung komunikasi merek kepada konsumen.
Perusahaan juga perlu menyesuaikan desain label dengan material dan kondisi penggunaan kemasan agar informasi tetap terbaca selama masa edar produk. Tim desain, produksi, pemasaran, quality control, dan bagian terkait perlu melakukan koordinasi sebelum perusahaan mencetak label dalam jumlah besar. Pemeriksaan tersebut membantu perusahaan mengurangi risiko kesalahan informasi yang dapat memengaruhi kualitas kemasan. Dengan perencanaan yang tepat, label kemasan dapat menjalankan fungsi informasi dan komunikasi produk secara lebih efektif.
*Ditulis oleh Maharani Kusuma Artanti. Sebagai Content Writer yang berpengalaman sejak 2021, Maharani fokus pada penulisan konten yang informatif dan teroptimasi. Sejak 2025, ia mendedikasikan keahliannya untuk SEO dan visibilitas online, memastikan informasi pelatihan tersaji jelas dan aksesibel. Terhubung dengan Maharani via LinkedIn.
